"Kau dari mana saja? Kami sudah menunggumu lebih dari satu jam." Omelan keras Tiara langsung menyambut Vania saat ia mendudukkan tubuhnya di samping Sarah. Kedua temannya itu menatapnya meminta penjelasan. Ia tersenyum dengan perasaan tidak enak. Semua ini karena ia terlalu banyak membuang waktu saat bersiap-siap. "Maaf." Ia menyelipkan rambut yang menggelitik wajahnya ke belakang telinga. "Aku tidak tahu kalau diundang juga, makanya aku santai-santai saja di rumah. Begitu Kak Kevin datang aku tidak punya persiapan sama sekali." "Kami juga seperti itu." Sarah meneguk minumannya sebentar. "Tahu-tahu Nabil sudah ada di depan pintu rumah, dan tentu saja kami kelabakan dibuatnya." "Tapi." Tiara menopang dagunya, memandang Vania dan Sarah bergantian. "Bagaimana Kak Nabil bisa tahu alamat

