Part 15

2290 Words

"Jadi kau tinggal di sini?" Kevin mematikan mesin motornya sambil memperhatikan rumah Vania yang tampak gelap. Vania mengangguk. "Iya, Kak. Terima kasih sudah mengantarku pulang." "Sama-sama." Kevin tetap memperhatikan rumah Vania. Keningnya berkerut. "Kenapa rumahmu gelap sekali? Kau tinggal sendiri?" "Iya." Vania menatap rumahnya yang gelap dengan ekspresi yang sulit diartikan. "Aku tinggal sendiri." "Di mana orangtuamu?" Vania tersenyum, memberi jeda sebentar sebelum menjawab pertanyaan Kevin. "Mereke sudah tidak ada di dunia ini." "Oh." Kevin mendadak canggung. Merasa tidak enak sudah menanyakan sesuatu yang tidak nyaman untuk gadis itu. "Maaf, aku tidak bermaksud membuatmu-" "Tidak apa-apa, Kak," potong Vania cepat. "Aku sudah ikhlas. Kalau tidak, mereka tidak akan bahagia di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD