Part 27

1613 Words

Sebuah mobil melaju dengan santainya menembus keheningan malam. Dari dalam mobil terlihat seorang pemuda tampan tengah fokus menatap ke depan dengan setir yang dikendalikannya. Sedang di sampingnya duduk seorang gadis manis yang tampak diam saja sambil menikmati pemandangan di luar kaca mobil. Meskipun yang dapat dilihatnya hanyalah gelapnya malam. "Kak, jalan menuju rumahku bukan di sini," seru Vania saat menyadari bahwa jalan yang mereka lalui bukan jalan yang biasanya ia lewati saat pulang dari sekolah. Pemuda di sampingnya hanya meliriknya singkat dan tak memberikan respon padanya. Ia menepikan mobilnya di depan sebuah cafe yang lumayan mencolok dan ramai pengunjung. Padahal saat itu sudah cukup malam. "Aku masih belum ingin pulang. Jadi kita mampir di sini dulu. Kau tidak keberatan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD