Sebuah nomor tak dikenal muncul di layar. Biasanya aku tak menerima panggilan tanpa nama begitu, males meladeni orang iseng. Namun entah mengapa kali ini berbeda. Barang kali itu Mas Huda, iya 'kan? Gegas kuterima panggilan itu sembari menyelonjorkan kaki di atas sofa. Rasa lelah mulai sering menghampiri di masa trimester tiga ini. Kaki kadang juga kesemutan dan gatal-gatal. Rasanya pengin sekali sembilan bulan dan melahirkan. "Assalamu'alaikum." Suara merdu itu akhirnya kudengar juga. Tak terasa air mata menetes begitu saja dari porosnya. Iya, dia Mas Huda. Suara yang sejak pagi kutunggu dan kurindu. "Wa'alaikumsalam, Mas. Ya Allah ... kamu kemana aja sih, Mas?" Aku tergugu. Rasanya benar-benar sulit dijelaskan. Senang, sedih, cemas, takut tercampur menjadi satu. "Maaf, Dek. Hari in

