Hari ini, hari yang cukup bersejarah buatku. Hari dimana Mas Huda mempertemukanku kembali dengannya. Pertemuan pertama pasca kutahu tentang masa lalu ibuku. Muhammad Rizal Burhanudin. Laki-laki yang seharusnya kupanggil papa itu tersenyum tipis menatapku saat dia keluar dari mobilnya. Tak seperti saat pertama kali bertemu, Om Burhan memakai kursi roda sementara sekarang dia memakai kruknya. Mas Huda ikut membantu laki-laki lebih setengah abad itu untuk duduk di ruang tamu. Ibu pun mulai menanyakan kabar atau basa-basi lainnya, sementara Mbak Sinta dan Mila sibuk di dapur untuk membuatkan minum dan menyiapkan camilan. "Ningrum apa kabar?" tanya laki-laki itu setelah ngobrol dengan ibu. Wajahnya begitu teduh dengan senyum tipis di bibirnya. Jika dilihat dari wajahnya memang terlihat sop

