Pov : Huda Pagi-pagi sekali aku sudah keluar rumah, memacu mobil dengan kecepatan sedang menuju alamat yang diberikan Pak Santoso waktu itu. Alamat Mbah Minah dan Hendra di Jakarta Timur. Bisa saja aku menelpon Hendra dulu, tanya dia di rumah atau tidak. Namun aku nggak mau gegabah. Jangan sampai dia justru sembunyi atau pergi jika tahu ada seseorang yang mencarinya. Meski aku juga tak mungkin menjelaskan diriku dengan detail padanya. Lebih baik, aku langsung mencari alamatnya saja. Lagipula dengan bantuan google maps, semua jadi lebih mudah. Dia bisa mengantarku ke alamat itu. Pokonya, aku harus segera menyelesaikan masalah Ningrum. Apalagi teror Mayang semakin menjadi. Aku nggak mau Ningrum kepikiran, bahkan bisa saja dia mikir aneh-aneh karena biasanya perempuan hamil cukup sensiti

