“Quinn mana?” Tyaga bertanya begitu Qori pulang dari supermarket. Qori menjatuhkan dua kantung plastik di masing-masing sisi kakinya. Menatap Tyaga setelah mendengus sebal. “Ga, gue baru balik belanja. Mana gue tau di mana tu anak?” “Kalian bareng dari malem,” Tyaga menatap Qori lurus-lurus. “Ya tapi gue kan nggak tidur sama dia, duh,” Qori mengangkat kembali duaplastik berisi sayur mayur dan lauk ketika Rista mengintip dari dapur, memberi isyarat untuk cepat memberikan padanya. “Lo udah cek kamarnya belum? Kali aja dia masih di sana.” “Nggak ada,” jawabnya singkat. Tyaga mengekori Qori sampai dapur seperti barisan anak bebek yangsetia membuntuti induk. Clara yang mengambil bahan makanan dari tangan Qori sampai terheran melihat tingkahnya. Nira, yang baru saja memakai celemek dan meng

