“Aku yakin, girl. Aku sayang banget sama kamu. Kita menikah terus punya anak yuk, girl.” “Sayang aja gak cukup, Jack.” “Giliranku bertanya, yakinkah kamu sama aku?” tanya Jack penasaran. Jessica terdiam dan tampak merenung untuk sejenak, tatapannya dialihkan ke sebuah sudut di ujung ruangan. Ia ingin menjawab yakin pada Jack, tetapi entah mengapa ditariknya kembali kata itu. Rasanya amat sulit untuk mengucapkan kata tersebut keluar melalui bibirnya. Jack memang sangat dewasa dan tahu bagaimana memperlakukan dirinya. Kedewasaan, kebaikan, kelembutan dan keromantisan dalam diri sang pria tidak perlu diragukan lagi. Hanya saja, ia masih belum yakin sepenuhnya jika pria yang bersamanya saat ini dapat menjadi pelabuhan terakhirnya. Disamping hubungan mereka yang memang masih seumur jagu

