Chapter 44 : Menyiapkan Hati

1470 Words

Di dalam kamar, Jessica terus menangis terisak, ia berusaha tidak mengeluarkan suara sedikitpun, agar yang lain tidak ada yang dapat mendengar tangisnya. Ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, air mata terus jatuh membasahi wajahnya. Pikirannya seketika kacau dan hatinya terasa sakit. Ia hanya bertanya dalam hati, ‘Mengapa hambatan ini harus ada saat hatinya telah benar-benar mencintai dirinya?’ “Jess? Jawab donk, please,” pinta Jack penuh harap. “Jack, aku gak mau kita kawin lari. Tidak baik menikah tanpa restu orang tua. Aku kasihan pada orang tuaku, jika kita sampai kawin lari. Keluargamu pasti akan menyalahkan keluargaku. Lebih baik kita hadapi dulu kedua orang tuamu. Kapan aku harus menemui mereka?” ucap Jessica dengan suara sedikit parau. “Sabtu pagi minggu depan,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD