Tepat pukul sebelas lewat tiga puluh lima menit, kereta pun mulai berjalan perlahan meninggalkan stasiun. Dari dalam kereta, Jessica terus melambaikan tangan kepada sang papa yang semakin lama sosoknya semakin menjauh. Kini, kereta telah berjalan cepat meninggalkan stasiun. Gerbong kereta tempat Jessica duduk tampak lebih ramai jika dibandingkan dengan gerbong-gerbong lainnya. Setiap tempat duduk di dalam gerbong pun terisi meski tidak penuh. Jessica duduk di tepi jendela, menopang dagunya dengan satu tangan. Matanya menatap ke luar jendela tanpa ekspresi. Pikirannya melayang jauh berusaha menggapai Gavin yang entah berada di mana dan apa yang sedang dia lakukan. Perasaan bersalah dan penasaran masih menggelayuti perasaannya. Ia berandai-andai jika saja ia tidak bertemu dengan Jack,

