Sejak tadi mata Bunga tak beralih dari layar ponselnya, ia terus saja memandangi pesan masuk dari Darren yang mengajaknya untuk pergi nonton bioskop. Hm, sejujurnya Bunga sangat amat tertarik untuk pergi bersama Darren, apa lagi itu yang sangat di damba – dambakan oleh Bunga. “ Di tolak sayang, tapi kalo gue terima gengsi banget, dong. “ Fikir Bunga mengingat Darren dekat dengan seorang wanita yaitu Riri yang sangat Bunga yakini bahwa perempuan itu adalah pacarnya Darren. “ Kenapa dia gak ajak pacarnya aja? “ Bunga meletakkan ponselnya, lalu menopang dagu dengan kedua tangannya. “ Pasti pacarnya Darren lagi sibuk, maka dari itu dia pilih aku karena gak ada yang nemenin. “ Bunga berdecak sebal, ia menjatuhkan tubuhnya kasar di atas kasur. “ Emangnya dia fikir aku ini cewek cadangan apa?

