Bunga masuk ke dalam kos – kosannya setelah Darren pergi berlalu. Baru saja sampai, Bunga langsung banyak bicara membuat Cika yang sudah ngantuk berat ingin langsung tidur jadi harus mendengarkan ocehan tidak penting dari Bunga. “ Mifta bisa jadi bahaya buat gue. “ Celetuk Bunga. Cika diam saja, ia sibuk mengatur bantal untuk dia tiduri. “ Gimana kalau nanti Mifta berusaha merebut Darren dari gue? “ “ Terus kalau Darren tertarik sama Mifta gimana? “ “ Misalnya besok Darren datang ke Bar dan tiba – tiba Mifta nemenin Darren terus cium Darren gimana? “ Pertanyaan – pertanyaan tidak penting itu keluar dari mulut Bunga tetapi Cika diamkan saja. “ Kalau mereka berdua pacaran gimana? “ tanya Bunga lagi, kemudian dia berteriak histeris sendiri. “ AAAA! tidak! gue gak akan rela! sumpah gue

