Darren kembali menghampiri Bunga dengan membawa Pringles Potato Chips kaleng dan dua batang cokelat Toblerone. “ Kalau mau ambil aja. “ Kata Darren kepada Bunga seraya meletakkan cemilan yang baru saja dia bawa ke atas meja. Bunga tidak menyahut karena dia sedang tidak tertarik dengan apapun termasuk cemilan itu sebab saat ini perasaannya sedang dalam keadaan kecewa karena baru saja secara tidak langsung Darren menolaknya. Darren perhatikan kini Bunga nampak muram, ia tahu penyebabnya pasti karena ucapannya tadi tetapi Darren tidak perduli Bunga mau marah atau benci kepadanya. Bagi Darren, kejujuran itu lebih penting dari pada dia memilih berbohong karena tidak enak hati lalu mengakui juga memiliki perasaan yang sama dengan Bunga padahal aslinya tidak, bukankah itu akan lebih menyakitk

