Darren terkejut bukan main saat Riri tanpa berfikir panjang menyiram wajah Bunga dengan air minum dari gelas yang sejak tadi berada di tangannya. “ Riri, kamu ini apa – apaan, sih? “ omel Darren, ia merebut gelas itu dari tangan Riri. Riri tidak menggubris ocehan Darren karena dia terus saja menatap Bunga dengan sinis, seakan Riri merasa tak terima karena Bunga dekat dengan Darren. “ Heh, mbak! “ Bunga melotot ke arah Riri. “ Nama saya emang Bunga, tapi bukan berarti bisa di siram air seenaknya aja. Emangnya mbak fikir saya tumbuh – tumbuhan asli! saya ini manusia! “ seru Bunga seraya mengusap wajahnya yang basah dengan kasar. “ Oh… jadi nama kamu Bunga. “ Riri tersenyum miring, ia melangkah mendekati Bunga, tapi dengan cepat Darren bergerak menghalangi Riri yang ingin maju karena tak

