105

1565 Words

Embusan angin menerbangkan rambut Cloud. Wanita itu menarik napas dalam-dalam, kemudian tersenyum miring ketika mengarahkan ekspresi wajah pada sumber penglihatan. Tak terlalu banyak rencana, tetapi Cloud bisa berpikir bahwa ini memang langkah yang tepat untuk dilakukan. Apa lagi melihat ketika mereka-mereka semua saling pandang dan berkumpul mengelilingi salah satu objek di tempat. “Cloud, kau ingin ke mana? Jangan mendekat!” ucap Charge yang khawatir akan keadaan Cloud dan pergerakan langkahnya. Sedangkan Enox yang masih berada di tempat, hanya terdiam lantas mengamati pergerakan kaki wanita di depannya terus menerus bergerak liar. Dia enggan menolong, sebab yang terlintas di dalam isi kepalanya adalah tentang bagaimana cara bisa menahan kaki Cloud untuk beranjak pergi. “Enox, lakukan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD