“Terima kasih, Cloud.” “Ayo kita hadapi.” Wajahnya mulai serius. Cloud ingat dia masih memiliki kekuatan untuk mengeluarkan listrik. Semoga kali ini pun listrik itu membantunya. Pedang tak bertuan lain yang tergeletak Cloud ambil tanpa halangan. Ia melemparkan satu senjata itu pada Charge. “Untuk berjaga-jaga,” katanya. Charge menerimanya, menggenggamnya kuat-kuat dan akan mengayunkannya saat dibutuhkan. Serangan keroyokan kembali dilakukan. Masing-masing pedang di tangan Cloud dan Retch siap menebas siapa pun di depan mereka. Lentingan benda tajam beradu bagaikan latar musik. Cloud dan Retch terus menangkis pedang yang berusaha menyayat tubuh mereka, memberi serangan balasan saat tempo permainan lawan melambat, jika masih sempat, Retch yang akan menangkis serangan saat Cloud kewalahan

