78

1533 Words

Sementara itu di hutan di bagian kerajaan lain yang ada di Planet Zenus. Bermantelkan kain butut dan usang, perempuan renta tergopoh-gopoh menyusuri jalan setapak di tepi Melwood Forest. Setelah cukup jauh, ia pun berhenti. Hidungnya yang mancung dan pipih, mengendus aroma tidak sedap di dalam hutan tersebut. Dengan susah payah matanya yang rabun menyelisik sekeliling. Demikian pula dengan telinganya yang runcing, berusaha menangkap suara semampunya. "Aneh, sepertinya tadi aku melihat sesosok bayangan berkelebat ... aah, mata Light Elf berusia separuh abad ini memang tak lagi seperti ratusan tahun lalu," gumam Light Elf tua, kemudian kembali berjalan menyibak rerimbunan hutan Melwood Forest. Baru berjalan beberapa langkah, terdengar suara dari balik semak-semak. Merasa penasaran, ia pun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD