“Rian, apa kamu ingin melihat-lihat hotel dan lahan yang akan kamu kerjakan nanti proyeknya?” tanya Pandu yang kini sedang duduk berhadapan dengan Ricon yang masih fokus membaca banyak berkas yang sebenarnya dia sendiri kurang mengerti apa. “Tidak Paman. Saya di rumah saja dulu. Masih banyak yang harus saya pelajari dari semua dokumen ini.” Pandu memperhatikan seluruh gerak-gerik Ricon yang tampak sering mengerutkan dahi saat ia membaca dokumen pemberiannya sejak beberapa hari lalu itu. Padahal sebenarnya dokumen pemberiannya adalah yang sudah Rian pelajari sebelumnya. Hanya saja Pandu memang sengaja ingin melihat respons Ricon saat mengetahui dokumen itu. “Ada yang kamu tidak Paham, Rian?” Ricon terkesiap dengan pertanyaan Pandu yang memecah konsentrasinya. “Saya masih harus banyak

