Bab 16: Sesal

2159 Words

Suara kicau burung di pagi hari yang cerah, angin sepoi sepo mebyentuh dedaunan membuat suasana di pemakaman terasa sangat hening. Seorang pria paruh baya tengah jongkok di depan pusara Layla, dengan membawa sejuta rindu dan penyesalan di dalam dadanya menjadi beban dan luka hati yang tak berkesudahan. Kei, pria paruh baya itu tengah mengungkapkan semua kerinduan dan penyesalan di depan pusara kekasih yang sangat ia cintai namun tak pernah bisa bersama, akibat ke egoisan orang tua dan juga ke tidak tegasan sikapnya dalam menghadapi situasi. Hingga membuat Layla tak mampu bertahan membawa cintanya hingga ajal menjemput. "Layla..andai waktu bisa di putar kembalu," ucap Kei tak mampu lagi melanjutkan kata katanya. Ia menundukkan kepala cukup lama. Entah apa lagi yang harus ia katakan, semua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD