Bab 22: Murid baru

2287 Words

Aditya duduk di kursi menghadap ke kaca rumah, ia menatap air hujan yang turun cukup deras sore itu. Raiden menghampiri Aditya yang tengah melamun. Ia berdiri di belakang Aditya memperhatikan ponsel milik Aditya yang menyala, terdapat foto Aira menjadi walpaper utama ponselnya. Raiden tersenyum mengerti apa yang sedang putranya renungkan. "Papa tahu, kau mencintai Aira bukan?" tanya Raiden duduk di sebelah Aditya. Aditya terkejut dan menoleh ke arah Raiden, "papa?" Raiden tertawa kecil, ia merangkul bahu Aditya, "hayo ngaku, kau tidak perlu menutupinya dari papa." Aditya menundukkan kepala, ia matikan ponselnya lalu di letakkan di atas meja. "Tidak pa.." jawab Aditya. "Papa juga pernah muda loh.." goda Raiden. "Mana mungkin Aira suka denganku pa.." keluh Aditya. "Hei, anak papa kok

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD