Setelah Aira mendatangi Kantor Polisi untuk membuka kasus lama di dampingi Mariana dan satu Pengacara lainnya yang membantu kasus ini di buka kembali. Aira dan Mariana kembali ke rumah masing-masing. Sementara itu di kantor perusahaan milik Layla yang sekarang di kelola oleh Santoso, ia geram setelah kedatangan dua orang Polisi datang meminta beberapa keterangan untuk di jadikan bahan penyelidikan. Dan kabar berita ini cepat menyebar di kalangan rekan rekan Santoso. "Aira? putri Layla?" ucapnya pelan. "Rupanya gadis kecil itu hendak bermain main denganku," gumamnya lagi. Santoso menyandarkan tubuhnya di kursi, ia berpikir keras bagaimana cara menyingkirkan Aira dan Mariana lagi. Ia tidak ingin semua harta yang sudah ia dapatkan dan jatuh miskin. "Papa!" seru seorang wanita dari arah pin

