Membuka tabir

945 Words

Hujan sejak tadi sore masih berlanjut hingga malam hari. Aira termenung di teras rumah memperhatikan hujan yang turun semakin deras, ia peluk ke dua lututnya di atas kursi. "Ayah...Ibu.." gumam Aira. "Krucukk" suara perut Aira berbunyi, pertanda cacing-cacing dalam perut meminta jatah makan. Aira mengusap perutnya dan berucap, "aku lupa, dari pagi belum makan," katanya. Lalu ia turun dari kursi masuk ke dalam rumah menuju dapur. Aira mendekati meja dan membuka tutup saji, namun tidak ada apa-apa yang terhidang di atas meja. Lalu ia kembali berjalan dan membuka pintu kulkas. Sama, di dalam kulkas tidak ada apa-apa. Hanya satu botol air mineral dan sepotong roti dan itu pun sudah beberapa hari yang lalu Aira melihat sepotong roti itu. "Ck..!" Aira berdecak kesal. "Aku makan apa ya? uangp

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD