Awalnya memang aku kesal karena Fatimah yang mengirimkan pesan yang belum pernah sama sekali kukirim dengan gaya chat seperti itu, terlebih ditujukan kepada Zara. Sungguh memalukan. Kini, aku baru saja selesai menemani Fatimah untuk berbelanja di mall. Sedari tadi Fatimah hanya diam sambil cemberut. "Kasian udah diterbangin, dihempaskan kemudian, hahaha," candaku kembali meledeknya. Fatimah membuang wajahnya menghadap keluar jendela mobil. "Itu balasan kalau ngerjain kakak sendiri, kena karma, kan," lanjutku kembali membuat Fatimah semakin kesal dengan wajah yang ditekuk tak menoleh ke arahku lagi. "Kakak nyebelin, ihhh!" Ia mendorong cukup kuat bahuku, aku malah dibuat tertawa karenanya. "Fata memang seperti itu, kakak kira sikap humorisnya itu yang membuat kamu jatuh hati pada seora

