Bab 52

2222 Words

Senyum tipis terlontar dari wajah sang dokter wanita. Ia berpaling penuh semangat sambil menundukkan kepala. "Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Yang mulia tidak sakit, sepertinya beliau sedang mengandung. Untuk lebih memastikan, ada baiknya tes lanjutan dilakukan di rumah sakit" Hazal terpana, ia menatap Cambria dengan perasaan campur aduk, "Kau mengandung dan tidak memberitahuku apa pun?" "Aku tidak tahu" timpalnya sama heran. Wajah Hazal menegang tanpa alasan, namun kebahagiaan bukan salah satu penyebabnya. Suasana tiba-tiba berubah dan dokter itu mengetahuinya dengan baik, "Bisa kau tinggalkan kami?" Ia beranjak ke sisi Cambria dengan wajah cemas bercampur kemarahan dan tatapan tajam penuh penghakiman. "Apa yang kau dan pelayan itu lakukan saat meninggalkan istana?" Cambria ter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD