BAB 8

1191 Words

Rumah baru dengan istri yang baru aku nikahi beberapa hari yang lalu. Setelah melangsungkan pernikahan, aku dan Gadis memang memilih menghabiskan waktu di Bandung untuk sementara waktu sekaligus berusaha membujuk Ibu agar bersedia tinggal bersama kami di Jakarta namun sayangnya beliau selalu saja menolak. "Nanti saja kalau cucu ibu sudah lahir." ucapnya dengan lembut sehingga aku pun akhirnya hanya bisa mengalah dan kembali ke Jakarta tanpa Ibu. Aku dan Gadis memutuskan untuk tetap berada dalam satu kamar dan satu ranjang. Meskipun kami berdua menikah tanpa cinta, bagaimanapun aku tetap tidak ingin menganggap pernikahan ini main-main dan akan terus berusaha agar wanita tersebut tidak akan pernah menyesali keputusannya menikah denganku. Bagaimanapun dia sudah banyak berkorban demi aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD