25. Ketakutan

1606 Words

Teriakan para Lady menggema memantul di dinding tenda. Gaun sutra terseret, kursi bergeser, perhiasan beradu satu sama lain. Kekacauan meletup hanya dalam hitungan detik—tepat seperti yang direncanakan oleh tangan-tangan tak terlihat. Namun di tengah kepanikan itu— Issabelle berdiri tegak. Pedangnya terhunus, bilahnya memantulkan cahaya matahari yang menyelinap dari sela kain tenda. Wajahnya tenang, terlalu tenang untuk seorang perempuan yang baru saja disudutkan oleh bisik-bisik dan ketakutan. Isabelle tampak seperti gambaran keanggunan, indah dan juga tangguh secara bersamaan. Dengan tatapannya yang dalam dan waspada juga posisi tubuhnya yang siaga siap menyerang untuk melindungi rakyatnya. “Diam!” suaranya membelah riuh. Tidak perlu teriakan. Tidak perlu ancaman. Nada itu saja s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD