Max membuka pintu kamar Elisa setelah tadi dia mengetuk dan tak ada jawaban dari sang empunya kamar. "Bae?" panggilnya Elisa mengalihkan pandangannya dari ponselnya. "Kenapa Lo kesini?" tanyanya dengan raut wajah sinis "Gak papa pengen liat kamu." balas Max Elisa mendengus keras guna meluapkan kekesalannya yang masih mengganjal dalam hati. Max mendekati Elisa dan menarik kursi belajar gadis itu dan duduk tepat didepan Elisa yang tengah tengkurap diatas kasur dengan ponsel ditangannya. "Maafin saya ya bikin kamu kesal kemarin." ucap Max. "Hm." "Kemarin kerjaan saya banyak, dan lagi ada tikus yang harus saya bereskan." jelas Max "Oh." Max menghela napas mendengar respon gadisnya itu. "Kamu maafin saya kan?" tanya Max dengan hati-hati. "Kalau gak gue maafin, udah gue usir Lo dari

