Setelah berpamitan pada ibunya dan bude, dan menitipkan salam untuk pakde yang masih belum kembali dari acara pertemuan bapak-bapak komplek, Mayang langsung naik ke mobil Reindra. Mayang lebih banyak diam sepanjang perjalanan. Ia menatap keluar jendela, berusaha mengalihkan kesedihan dan kerisauannya dengan memerhatikan aktifitas orang-orang yang ada di luar sana. Semua orang tampak sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Dalam hati Mayang bertanya-tanya, apakah orang-orang itu pernah mengalami peristiwa kehilangan seperti dirinya. Kehilangan pasangan, keluarga atau teman terdekat. Tetapi Mayang sepenuhnya yakin, di antara orang-orang yang ada di luar sana yang saat ini sedang dilihatnya, pasti tidak ada yang pernah mengalami kehilangan suami hingga tiga kali berturut-turut dengan cara

