Ayya menatap barangnya yang begitu banyak, tidak berantakan tetapi tersusun begitu rapi didepan pintu rumah kenangannya bersama Kenan, Tessa dan Panji. Ayya merindukan momennya tetapi tak ingin mengulangnya kembali. Didepan sana juga terlihat mamanya sedang berbincang dengan Panji. Hari ini mereka pindah, kembali kerumah lamanya setelah dua hari mengurus barang yang begitu banyak. Ayya bahkan harus menunda pertemuannya dengan Leno, karena ini lebih penting. "Halamannya akan mama berikan bunga-bunga nanti, kamu punya toko bunga yang Bagus?" "Nanti aku tanya temen, Ma. Mama istirahat aja dulu. Aku pengen angkat ini masuk kedalam. Oh ya, didalam ada berapa kamar? Desain rumahnya bagus, mama suka." Ayya mendekati dua orang yang terpenting dalam hidupnya. "Aku bantu engga?" "Tidak perlu,

