95 - Kabar Lamaran

2117 Words

Sampai siang tadi, Ayya berjalan-jalan bersama Zam hingga Zam pamit kembali ke kantor karena Marcel tak henti-hentinya menelpon Zam memintanya hadir di rapat bulanan. Ayya inginnya Zam seharian bersamanya, tapi sudahlah. Ayya baru saja selesai melaksanakan shalat Asar bahkan dengan pedenya keluar hanya dengan menggunakan mukena, mengabaikan tatapan aneh dan terkejut beberapa kejutan yang mungkin menganggapnya gila, Ayya kan pemiliknya jadi terserah dialah. "Kak, apa tidak malu ditatap seperti itu?" Ayya yang memang sejak tadi berdiri disamping Anggita menatap kedepan, tersenyum pada pengujung yang dengan cepat membalas senyumnya. "Kenapa harus malu? Yang bikin aku malu itu saat aurat yang harusnya kututupi malah terlihat pada orang lain. Inikan masih aman kan ya,jadi terserah mereka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD