Beberapa jam sebelumnya. Ayya menatap Zam tajam sedang yang di tatap malah fokus makan seolah tidak terpengaruh dengan tatapan Ayya sama sekali. Ayya mendengus kesal, memakan baksonya dengan perasaan tidak menentu. Tadinya Ayya ingin makan pangsit tetapi laki-laki didepannya malah membawanya ke warung khusus penjual bakso saja, tidak ada pangsitnya sama sekali. Laki-laki gini ya? Kayaknya memang diciptakan selalu salah dimata perempuan, apapun kenyatannya tetap saja laki-laki itu salah, titik. "Makan aja, Ay. Lain kali kalau ada waktu aku beliin kamu pangsit beserta gerobaknya sekalian biar kamu puas makannya. Engga baik wajahnya ditekuk kayak gitu nanti penjualnya mengira baksonya engga enak." Ayya tidak mempedulikan apa yang Zam kayakan, menurutnya ataupun dalam kamusnya Zam haru

