74 - Karma

2112 Words

Ruangan yang begitu gelap membuatnya terus menangis dalam diam, suara air yang mengalir tanpa henti disudut sana. Dan beberapa bungkusan roti yang berserakan membuatnya mengigil ketakutan di sudut ruangan. Matanya terus saja mengedar menatap sekelilingnya tetapi yang terlihat hanyalah gelap tanpa adanya cahaya sama sekali, haruskah ia disini selamanya? Tidak pernah lagi melihat cahaya apalagi melihat pepohonan yang begitu tinggi. Tangannya mencoba meraba sekitar ada beberapa botol air dimana isinya tinggal sedikit, roti yang mereka sediakan pun tinggal beberapa bungkus. Meminum air dengan beberapa teguk dan menyimpannya dilantai kembali tak lupa menutupnya. Masih terus menangis, ia terus memikirkan bagaimana keadaannya sekarang ini. Apakah rasanya semengerikan ini? Nantinya apakah ia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD