90. Kinta & Arsel

2217 Words

"Mereka berdua kayaknya cocok banget makanya dijadikan sahabat sama Allah. Liat aja, bahas kerjaan serasa dunia hanya milik mereka berdua aja." Dita tertawa mendengar perumpamaan yang Ayya pakai, Ayya memang sangat unik. "Kamu merasa diduain sama kerajaan nggak sih? Kalau aku merasa banget. Akhir-akhir kak Zam selalu aja sibuk sama kerjaannya, untung masih ada waktu untuk ngabarin, andaikan nggak? Aku bakal musuhin dia sehari semalam." lanjut Ayya lagi dengan mata terus saja menatap Marcel dan Zam didepan sana. Pasangan itu, Dita dan Marcel baru saja sampai sepuluh menit yang lalu. Dan kedua laki-laki itu memutuskan membahas kerjaan dimeja lain, ditemani secangkir kopi pahit yang mereka pesan. Sedangkan dua perempuan itu, keduanya duduk dimeja tempat Ayya dan Zam tadi. Berbincang dima

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD