Zam mengetukkan ujung jemarinya di stir mobil sembari sesekali menoleh menatap Ayya yang diam-diam saja sejak mereka berdua meninggalkan pekarangan rumah Flora, Ayya malah sibuk memandang jejeran pohon diluar sana. Hari rabu seperti biasanya, dan Zam yang mengajukan diri untuk mengantar Ayya check up di Baila. Walaupun awalnya Arinka kurang setuju tetapi lama-kelamaan luluh juga, sedang Ayya? Ayya hanya mengangguk tanpa mengatakan apapun. "Kita mampir beli sesuatu dulu engga? Atau kamu mau kemana dulu?" ujarnya memecahkan keheningan diantara keduanya. Tidak ada jawaban, Ayya tetap fokus menatap ke luar seolah itu lebih menarik daripada Zam. Entah kenapa Zam merasa cemburu dengan jejeran pohon itu karena mereka bisa ditatap intens oleh Ayya sedang Zam? Terlupakan pembaca sekalian. Z

