Part 40 : Permintaan Maaf *** Dan keinginannya tidak terkabulkan. Itulah yang terlintas di benaknya kala Laura sampai di asramanya dan melihat dua temannya menyambut dengan sumringah. Menjengkelkan sekali. Kenapa sesuatu yang tidak direncanakan malah berbuah manis, tapi yang sudah di-setting-nya malah gagal total? Padahal dia tidak meminta banyak hal. Laura semakin merasakan kenyataan pahit ini kala dirinya dituntut untuk bangun pagi berkat alarm Viony yang terdengar mematikan. Dia mandi, memakai seragam, dan berjalan menuju sekolahnya pagi-pagi sekali. Sial sekali, pikirnya. Dan yang membuatnya merasa semakin sial adalah dirinya yang langsung bertemu sosok Felixia padahal beberapa menit setelah dia masuk area sekolah. Demi Tuhan, ini masih pagi dan Tuhan sudah menghendaki L

