Kenzo yang melihat reaksiku langsung terkejut dan refleks menekan tombol lift berulang kali. "Bimo? Bimo ada di dalam?" tanyanya cepat. Aku mengangguk panik. "Iya! Aku tadi keluar tanpa sadar, dan-! Ya Allah, kenapa aku bisa ceroboh begini?" Jantungku berdegup kencang, kuremas kepalaku sendiri karena rasa frustrasi menderai kepalaku. Pikiranku langsung dipenuhi ketakutan. Bimo masih kecil, dan dia bisa panik kalau sendirian, apalagi di dalam lift yang tertutup. Lift yang tadi membawa Bimo naik akhirnya berhenti di lantai atas. Aku menggigit bibir, perasaan cemas semakin menguasai. "Kenzo, aku harus ke atas!" Tanpa pikir panjang, aku berlari ke arah tangga darurat. "Heh, May! Tunggu, jangan lari!" Kenzo mengejarku, tapi aku sudah lebih dulu menaiki anak tangga dua-dua. Nafasku mulai ber

