Bab 23

1003 Words

Semua orang langsung mengalihkan pandangannya ke arah pintu lift. Nampak Arman atau yang biasa disapa Dipta sudah ada disana memandangi mereka satu-satunya. Arman pun melambaikan tangannya kepada mereka semua, yang sontak langsung membuat mereka yang awalnya duduk di dekat meja Kezia pun segera berhamburan dan kembali duduk di kursi kerjanya masing-masing. "Loh kok bubar? Kan saya mau ikut nimbrung," ucap Arman dengan santainya sambil melangkah mendekati mereka semua. "Ma -- maaf, Pak," ucap beberapa karyawan serempak. "Maaf untuk?" tanya Arman sok polos. Ia pun berhenti tepat di bilik Kezia yang tengah meminum es kopinya. "Ada gosip apa hari ini? Kok pada ngumpul semua di tempatmu?" tanya Arman to the point. Kezia tak menjawab hanya langsung mengalihkan pandangannya ke arah komput

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD