"Aww!" Elkan meringis saat Sissy memberinya cubitan pedas di lengannya. "Kamu apa-apaan sih? Sakit tahu." "Rasain!" balas Sissy tanpa rasa bersalah. Lalu ia bersidekap, menatap sinis suaminya. "Yang?" "Gak usah manggil-manggil! Aku lagi kesel sama kamu! Ngomong sembarangan banget nyuruh aku pergi. Jangan-jangan emang bener feeling aku dari awal? Ah, harusnya aku tahu kalo omongan buaya gak bisa dipegang." Elkan menghela napas seraya memijat pelipisnya. Ia hendak meraih lengan Sissy, tapi perempuan itu segera menepisnya lalu membalikkan tubuh, duduk membelakanginya. "Aku gak mau nyakitin kamu." Sissy tertawa sinis. "Mendadak hilang ingatan." "Maksud aku-," "Kak!" sentak Sissy seraya bangun dari posisi duduknya. Menatap Elkan dengan wajah marah. "Sekarang jujur deh sama aku. Maksud

