Hari ini Sissy sudah diperbolehkan untuk pulang oleh dokter, tentunya dengan catatan tidak boleh lagi sampai kelelahan dan istirahat yang cukup. Tidak ada yang berbeda dengan sikap Elkan. Laki-laki dengan gengsi sebesar gunung itu tidak mengutarakan permohonan maafnya kepada Sissy mengenai kesalahpahamannya selama ini. Elkan hanya meminta maaf kepada buah hatinya yang setiap detik tumbuh di dalam perut Sissy. Elkan menghentikan mobilnya di carport. Sissy keluar lebih dulu, masuk ke dalam rumah dengan langkah cepat. Perempuan itu masih kesal pada suaminya. Elkan tidak ambil pusing, ia turut melangkah masuk ke dalam rumah sambil mengotak-ngatik layar canggih handphone-nya. "Mau kemana?" Elkan bertanya begitu melihat Sissy kembali turun sambil menggendong tas kuliahnya. "Kampus," jawab Si

