Dua minggu telah berlalu. Elkan membuat Sissy percaya akan kesungguhannya untuk saling membuka hati. Hubungan mereka pun semakin manis setiap harinya. Sissy berdiri di depan cermin. Memperhatikan penampilannya dengan serius. Ia berdiri menyamping, melihat perutnya yang sudah mulai membesar. Kernyitan di dahinya memperlihatkan kalau perempuan itu sedang cemas. Pintu kamar terbuka dari luar. Elkan melangkah masuk sambil membawa segelas s**u ibu hamil rasa strawberry. "Gimana ini, Kak?" rengek Sissy sembari menatap Elkan melalui pantulan cermin. "Gimana apanya sih, Cantik?" balas Elkan seraya mengecup puncak kepala Sissy. "Perut aku lho, Kak. Udah mulai membesar. Nanti gimana kalo temen-temen di kampus pada nyadar?" Elkan meraih salah satu tangan Sissy, mengajaknya untuk duduk di single

