Sebenarnya aku tak begitu menyukai Nova . Aku , Tina , Ira , dan Nova adalah teman sepermainan karna rumah kita dikampung memang berdekatan . Dari dulu aku selalu iri dengannya . Sewaktu kecil hidupnya selalu terpenuhi dan bahagia karna dia memiliki orang tua yang menyayanginya . Sedangkan aku bapakku terlalu keras dalam mendidikku . Aku pernah pulang dari bermain terlalu sore saat itu bapak memarahiku habis - habisan bahkan bapak tega melempariku dengan sepedahku . Sebagai seorang anak tentu semua itu membekas dalam ingatanku .
Ibuku yang tau aku diperlakukan kasar seperti itu hanya diam saja tanpa mau membelaku sedikit saja .
Tentu semua itu berbanding terbalik dengan Nova . Ibunya memperlakukannya dengan penuh sayang . Setelah ibunya menyuruhnya mandi . Ibu Nova menyisir rambut Nova dengan lembut lalu menyuapi Nova .
Aku yang menyaksikan semua yang didapat Nova dari keluarganya membuatku sakit hati dan tak menyukainya .
Rumahku dan Nova berhadapan jadi aku tau semuanya . Bagaimana Nova diperlakukan lembut dan penuh sayang . Bagaimana dia diperhatikan .
Aku masih terlihat baik dan tetap berteman dengan Nova meskipun sebenarnya rasa benciku padanya lebih besar dari pada rasa sukaku dengan dia .
Seiring dengan berjalannya waktu kita berempat menginjak remaja . Teman - temanku di kampung lebih nyaman ngobrol dengan Nova dibandingkan denganku .
Aku akui Nova adalah pribadi yang asyik untuk diajak berteman , ngobrol , bahkan untuk hang out bareng . Berbeda jauh denganku yang tak pernah nyambung dengan obrolan mereka . Tak heran kalau teman Nova juga banyak .
Setelah bergabung dengan arisan sosialita . Ada rasa terpuaskan ketika Nova dipermalukan oleh member yang saat itu tak jadi terima uang karna Nova gagal bayar .
Aku melihatnya kesulitan saat ini . Batinku tertawa tak ada rasa iba sedikit pun dalam hatiku untuk Nova .