Pernyataan dari keluarga suaminya membuat Silla bungkam. Papahnya adalah seorang pembunuh, dia.. adalah anak seorang pembunuh. Silla berjalan melangkahkan kaki entah kemana. Pikirannya seolah melayang jauh dari kepalanya. Semua begitu memusingkan. Jika memang semua yang dikatakan benar, Papahnya pasti memiliki alasan untuk melakukannya. Tapi apa? Wanita itu terus melangkahkan kaki. Dia menatap sekeliling, dia sudah berjalan jauh dari mansion suaminya. Dia juga tidak tau akan kemana, keluarga dari suaminya mengusir dirinya. Sedangkan untuk kembali ke mansion orang tuanya, dia tidak mungkin kembali. Lalu, kaki milik Silla melangkah ke depan. Dia berjalan dengan pandangan yang menatap bawah kakinya. Tin!! Silla terkejut dengan suara klakson yang sangat memekakan telinganya. Dia terkej

