Chapter 23

2108 Words

Keputusan konyol dari Sisillia Pradita, mengharuskan dia duduk dimeja ujung diantara semua karyawan suaminya yang bahkan dia tidak kenal semuanya dan tidak mengetahui namanya. “Ibu Silla, bagaimana mengenai ide proyek yang berada di Surabaya yang baru saja kita bahas, apakah Ibu setuju mengenai usulan ide tersebut?” Silla berfikir sejenak, kemudian wanita itu mengelus dagunya sedikit berfikir. “Ini yang ditanya pendapat gue kan? Artinya suka – suka gue kan?” batinnya. Kemudian wanita itu mengebrak meja meeting keras, membuat para karyawan terkejut. “Saya kurang suka dengan idenya. Siapa perancang idenya?” tanya Silla. Kemudian seorang wanita dengan rambut bobnya mengangkat tangannya. Silla menunjuk dengan dagunya kearah wanita itu dan mengijinkannya berbicara lebih. “Saya penanggung

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD