Chapter 47

1049 Words

Didalama sebuah sel, seorang wanita duduk bersila sambil melantunkan ayat - ayat suci sambil menadahkan tangannya. Dia menangis melihat tangannya yang menadah dan terisak. "Sepanjang nafasku, aku akan selalu berdoa untuk menebus segala kesalahanku Silla. Aku, meminta ampun dan maaf atas segala dosa - dosaku, seumur hidupku hikss hiks.." Seorang petugas membuka pintu sel untuk wanita itu, "Abel, ada tamu yang ingin menemuimu. Cepat keluar!" Abel mengangguk, dan mengikuti petugas sampai berada disebuah ruangan dimana ada seorang wanita yang menatap dirinya tajam. Abel duduk berhadapan dengannya, dia menatap tangannya yang saling bertautan, tak berani menatap wajah wanita itu. "Bagaimana kabarmu?" tanyanya dengan lembut. Abel mendongakkan kepalanya, dan mengigit bibir bawahnya, lalu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD