“Nara nggak bermaksud buat itu, Kek. Nara cuma mau fokus belajar. Udah itu aja.” Kami berada di ruang keluarga. Beradu argumen mengenai rencana studi ku. Mama tidak keberatan ya meski tetap saja perlu tenaga untuk meyakinkannya. Tapi itu tidak lebih buruk daripada meminta izin kakek. Astaga dari pagi tadi kami masih berada di titik yang sama. Belum ada perubahan yang signifikan. Mama sesekali membantuku. Tapi beliau tadi sudah memberi ku nasehat. Jika ini kemauanku dan aku siap dengan segala resikonya, Aku harus memperjuangkannya. Mama benar, aku harus memperjuangkannya sendiri. Anggap saja sebagai pengalaman baru. “Kenapa harus Australia? Korea saja. Universitasnya lebih bagus. Lagipula kalau kamu nggak keterima di universitas itu, nggak apa-apa. Kamu mau kuliah di manapun kakek izink

