Bocil Nyasar

1002 Words
Brayn sedang pusing kepala. Mulai sejak kepergian mamanya semalam, Brayn jadi seperti orang yang tak punya arah hidup. Dia bingung sendiri ingin melakukan apa. "Daddy ... Bella mau ke mall sama oma, oma mana ya, dad?" tanya Bella dengan polosnya. Mata bulat jernihnya itu menatap penuh tanya ke arah Brayn. Brayn menghela nafasnya kasar, "Oma gak ada. Kalau mau pergi ke mall bareng sama bibi aja, nanti dad kasih uang jajan yang banyak buat borong semuanya." Bella menggeleng cepat, "Enggak mau daddy ... Bella maunya sama oma, oma tau mana yang mahal dan bagus buat holang kaya. Kan bibi gak holang kaya, bibi mana tau. Bella maunya sama oma, daddy," Bella merengek pada Brayn. Brayn yang sejak kepergian mamanya merasa pusing dan kesal, menjadi tambah pusing dan kesal saat mendengar rengekan dari Bella. "Bella! Diam dong, dad lagi pusing. Please, jangan buat daddy semakin setres," Brayn memijat pangkal hidungnya. Bella menggeleng cepat, lalu dia kembali merengek. "Enggak, daddy ... Bella gak mau buat daddy crazy, Bella cuma mau ketemu oma, daddy ... Bella mau jalan sama oma. Oma mana, daddy?" tanya Bella pada Brayn kembali. "Diam, Bella! kamu jangan berisik! kamu gak tau kalau daddy lagi pusing?! jangan nambahi pusing daddy lagi dong, Bella! please, jangan rewel! kalau kamu mau pergi yaudah sana pergi sama bibi! jangan rewel!!" Brayn kembali membentak Bella. Emosinya kali ini sudah di ubun-ubun, ditambah Bella yang rewel membuat emosinya semakin terbakar. "Daddy, kenapa sih daddy marah-marah terus? Bella kan gak buat masalah, Bella cuma tanya oma dimana, salahnya dimana? Bella mau ketemu sama oma, daddy. Bella rindu sama oma," Bella merengek kembali. Brayn menggeram kesal, Bella benar-benar menguji kesabarannya kali ini. Bella menarik-narik ujung baju Brayn, "Daddy, ayo dong kita cari oma. Bella uda kangen sama Brayn, ayo cari oma sekarang juga, daddy, please," Bella memohon pada Brayn. Bella!!!!" bentak Brayn pada Bella. Bella pun langsung terkejut saat mendengar bentakan keras sang ayah. "Kamu kenapa sih rewel banget?! Kamu uda besar, Bella. Jangan jadi anak manja yang cengeng!! Daddy gak suka anak yang lemah dan cengeng! Kamu bisanya cuma buat daddy semakin setres saja!!" Brayn memarahi Bella. Lalu setelahnya Brayn langsung pergi meninggalkan Bella sendirian. Bella menatap sedih ke arah kepergian Brayn. Bibirnya melengkung ke bawah, matanya berkaca-kaca. "Daddy ke-ke-kenapa sih? Bella kan cuma nanya oma aja. Kenapa Bella jadi dibentak daddy? Apa daddy gak sayang Bella lagi, makanya daddy selalu angry ke Bella." Bella menangis. Dia tak kuat menahan air matanya lagi. Biasanya saat dimarahi oleh Brayn, Alice selalu datang sebagai pahlawannya. Hanya Alice lah yang selalu membela Bella jika Bella sedang dimarahi oleh Brayn. "Oma kemana sih? Bella mau cari oma. Bella gak mau kalau ditinggal sama daddy berdua aja. Bella takut, Bella gak mau dimarah daddy lagi," Bella tampak memikirkan kemana dia harus mencari omanya. "Daddy galak banget, Bella kan bukan anak tiri. Bella jadi ngerasa seperti dinistakan sama bapak tiri. Galak banget daddy sama Bella, sedih Bella tuh," Bella menangis sesenggukan. "Oma kemana ya? Tapi, katanya bibi semalam, oma pergi sama tante yang kampungan itu. Oma pergi berdua sama tante itu. Bella cari aja ke rumah tante itu. Siapa tau oma memang ada disitu," Bella mengambil tasnya. Tas berbentuk kepala panda yang dipenuhi dengan bulu-bulu halus. Lalu Bella langsung melangkahkan kakinya pergi dari situ. Bella keluar dari pekarangan rumahnya. Awalnya Bella ingin bilang terlebih dahulu sama pak satpam, tapi karena Bella takut kena marah oleh Brayn, jadi Bella keluar rumah di saat pak satpam pergi ke kamar mandi. "Bella pergi cari oma, mumpung pak satpam lagi pergi dan gak jaga pagar," Bella sedikit lega, dia tak akan susah untuk keluar dari rumah karena tak ada satpam yang berjaga. Bella jalan menyusuri jalanan yang padat. Sesungguhnya dia benar-benar tak tau arah mana yang akan dia tempuh. Bella tak tau kemana dia harus pergi. Tapi, demi mencari sang oma, Bella harus menahan rasa takutnya, Bella harus segera menemukan omanya. "Panas sekali ... Bella kepanasan, kulit Bella gak tahan terkena sinar matahari gini, apalagi tadi Bella lupa pakai sunblock, pasti kulit Bella bakalan hitam dan terbakar matahari," Bella terus mengeluh sepanjang perjalanan. "Omaa ... oma dimana? Bella datang buat cari oma," Bella berteriak, berharap omanya mendengar teriakannya. Bella berdecak kesal saat tak mendengarkan sahutan dari omanya. "Omaa ... oma dimana sih? Oma, Bella mau ikut oma, Bella di rumah dimarahi daddy terus, gak ada yang belain," Bella kembali berteriak untuk mencari omanya. Tapi, lagi-lagi sahutan tak terdengar di telinga Bella. "Omaaa ... Bella datang untuk jemput oma, oma muncul dong. Bella uda jauh-jauh jalan ke sini buat jemput oma, masa oma gak mau nemuin Bella sih. Oma, ayo dong muncul temuin Bella," Bella kembali berteriak mencari-cari omanya. Karena tak kunjung mendengar sahutan dari sang oma, dan yang didengar Bella hanya suara kendaraan yang hilir mudik saja, Bella jadi menangis kejer. Dia ketakutan sendiri kalau tak kunjung bertemu dengan sang oma. "Oma gak ketemu-ketemu. Bella mau pulang aja. Disini panas, ramai dan sangat berisik. Bella gak suka, huwaaaa ...," Bella memutar arah. Dia berjalan entah kemana sambil menangis sesenggukan. Baru beberapa langkah Bella berjalan, dia langsung berhenti kembali. "Loh? Jalan yang arah mau ke rumah Bella mana ya? Bella gak tau, Bella lupa," Bella menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Hah?? Bella lupa beneran ini ya?" Bella mengetuk-ngetuk kepalanya dengan tangannya. "Lah kan iya, Bella lupa. Bella lupa jalan pulang. Gimana ini? Gimana bisa Bella pulang kalau gak tau arah? Bella mau pulang. Hwaaaa ... mau pulang!" Bella menangis, dia ingin pulang, tapi dia tidak ingat jalan. "Bella nyasar. Bella ini dimana? Bella gak tau. Daddy!!! Oma!!! tolongin Bella!! Bella mau pulang!!" Bella berteriak sambil menangis. Dirinya tak tau entah harus melakukan apa. Tersesat di pinggir jalan raya yang ramai sendirian benar-benar sangat menakutkan. "Oma, Bella tersesat!! Bella nyasar!! Tolongin Bell-" "Eumm eummm eummm ...," tiba-tiba mulut Bella langsung dibekap oleh seseorang dari belakang. "Towwonghh Bella!!!" Bella terus memberontak, tapi tenaga Bella bahkan tak ada apa-apanya dari pada tenaga sesorang yang sedang membekapnya. Setelah dibekap, Bella langsung diseret dan dibawa ke tempat yang sepi dan tidak ada orang.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD