32. Acara Berkuda

3125 Words

Setelah absen dan makan malam, kami berkumpul lagi di ruang tengah rumah kayu perkebunan, papa Dave memasang perapian, sekilas seperti rumah rumah bule di film film, apalagi ada bar kecil juga di pojok ruangan, dengan botol minuman berderet. Suamiku bilang hanya pajangan, karena tidak ada yang minum, keluarga kak Non sudah jarang sekali ke perkebunan. Papa Dave mana mungkin minum lagi. Beliau seorang mualaf yang taat menjalankan ibadah. Anak anak tentu saja jadi merubung akinya yang menyalakan api dan sesekali anak anak ikut memasukan kayu bakar. “Aki di sini ada salju gak?” tanya Barra. “Gak ada atuh, suhunya masih kurang untuk rubah rintik hujan jadi butiran es” jawab akinya. “Butuh suhu berapa untuk buat rintik hujan jadi salju?” tanya Barra lagi yang selalu detail. “0 derajat, tap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD