Rea menyipitkan matanya saat kesadarannya kembali. Dan seketika saja, ia langsung menegakkan badannya kemudian beringsut menjauh dari tatapan seseorang yang sedang tertuju padanya. Ia baru saja bangun tidur dan tiba-tiba saja, seseorang yang tak lain adalah Vino sudah duduk di kursi disamping tempat tidurnya sambil terus memandanginya. "Selamat pagi," ucapnya riang, sama sekali tak memperdulikan reaksi kaget dari Rea. "Karena kau sudah bangun, sebaiknya kau cepat keluar, aku sudah memesan makanan untuk kita sarapan," lanjutnya lagi dengan ringan. Seolah-olah tidak ada masalah apa-apa yang terjadi diantara mereka. Vino lantas bangkit dari tempat duduknya setelah tak jua mendapat respon dari Rea yang terus menatapnya dengan pandangan waspada. "Kalau begitu...aku akan menunggumu di luar," l

