Tiba-tiba saja...Rea menggenggam jemari Adrian. "Bisakah kita bersandiwara sementara waktu?" pinta Rea dengan tatapan memohon. Adrian langsung mengernyit bingung. "Sandiwara?" "Ya, kita bersandiwara melanjutkan persidangan—" "Apa? Untuk apa kita melakukan itu?" potong Adrian cepat. "Kau tahu kan Vino seperti apa? Dia masih berpikir kalau aku masih mencintainya. Dan kita bersandiwara untuk mengelabuhi Vino." Adrian semakin dibuatnya bingung, ia menggeleng-gelengkan kepala. "Kenapa kita harus melakukan itu. Kau bisa mengatakan padanya langsung kalau sekarang kau hanya mencintaiku." "Tidak bisa, Adrian. Dia tidak akan bisa menerimanya." "Itu urusannya!" balas Adrian acuh tak acuh. Rea menarik napas panjang. "Adrian, kau tahu kan hubunganku dengan Vino berlangsung lama sekali, lebih da

