"Oya, Kak. Beberapa jam yang lalu...ada telepon aneh yang nyasar ke rumah ini," ujar Clarisse tiba-tiba. Rea diam saja, ia tidak tertarik menanggapi cerita adik Vino ini, karena pikirannya terus saja tertuju pada Adrian. "Dari bahasanya sih aku langsung tahu kalau dia orang Indonesia. Tapi dia menelepon seperti orang gila. Dia menyebut-nyebut nama Kakak dan berteriak-teriak tidak jelas," lanjut Clarisse lagi. Seketika saja, Rea langsung menghadapkan tubuhnya untuk bertatapan dengan Clarisse. Jangan-jangan itu...Adrian! "Be-benarkah?" Rea dibuat kaget mendengar penuturan Clarisse ini. Clarisse mengangguk mantap. "Dia menelepon seperti ini... Mana Rea? Dimana istriku? Jika kau melakukan sesuatu yang buruk pada istriku, aku berjanji tidak akan pernah melepaskanmu, aku akan memburumu sampa

